Langsung ke konten utama

Kisah MU dan Harry Maguire, Seperti Orang Pacaran yang Berusaha Bertahan Meski Sudah Disakiti Berkali-Kali

(Instagram: harrymaguire93)

Kurang lebih seminggu yang lalu, Fabrizio Romano melalui akun media sosialnya mengumumkan bahwa West Ham telah mencapai kesepakatan prinsipiel dengan Manchester United untuk membeli Harry Maguire dengan biaya transfer 30 juta poundsterling. Namun, pada tanggal 16 Agustus 2023, wartawan yang sangat terjaga kredibilitasnya itu kembali mengkonfirmasi bahwa hal tersebut failed deal, artinya Maguire batal pindah ke West Ham dan masih setia bermain untuk MU.

Maguire menyatakan bahwa dirinya menghormati West Ham, tetapi tidak pernah ada kesepakatan pribadi kalau ia bakal pindah. Kapten kultural MU selama bertahun-tahun tersebut menambahkan, ia sangat mencintai MU dan berjanji akan berusaha keras untuk memberikan penampilan terbaiknya untuk MU.

Sebagai mancunian sejak SD, saya merasa bahwa ini merupakan hal yang penting untuk dirisaukan. Kata-kata Maguire perihal mencintai MU itu patut dipertanyakan. Apakah ia hanya mengupayakan janji-janji manis saja? Atau bagaimana jika sialnya ia mengulangi kesalahannya lagi?. Entahlah, namun kalau saya mengibaratkan, kisah MU dan Maguire ini mirip seperti orang pacaran yang berusaha bertahan meski sudah disakiti berkali-kali.

MU klub baik, penyabar dan pemaaf untuk Maguire

Kalau dipikir-pikir, pemain yang menggunakan nomor punggung 5 di MU itu dulu kerap kali melakukan hal konyol, mulai dari gagal back pass ke De Gea, tabrak teman sendiri, dikolongi teman satu timnya sendiri hingga cetak gol bunuh diri dan diketawain lawan. Semua pahit getir sebagai pesepakbola telah Maguire alami bersama MU. Bahkan saking seringnya De Gea diplekotho oleh mantan kapten MU itu, De Gea lebih memilih membuang bola daripada harus mengumpan pada Maguire. Riskan!

Melihat seringnya kesalahan yang telah dibuat oleh pemain yang berposisi sebagai bek merangkap striker lawan tersebut, normalnya MU marah sih, lha wong saya sebagai fans yang nonton lawakan blio saja emosi apalagi pihak klub yang jelas-jelas dirugikan. Saya mengira bahwa MU itu klub baik, penyabar serta terlalu pemaaf untuk Maguire. Terus terang saja, bisa mempertahankan pemain beban sekelas Maguire itu merupakan kebaikan hati dengan level tertinggi dalam sepak bola.

Keduanya memiliki cinta yang terlalu dalam

Meski sudah berkali-kali disakiti dan dibohongi, terlalu cinta memang bisa membuat seseorang mudah luluh dan memaafkan pasangannya. Terkadang kita lupa bahwa cinta tak melulu soal perasaan, tapi juga logika. Cinta yang terlalu dalam hingga menafikan apapun perlakuan pasangannya bukanlah cinta yang sehat dan seimbang dengan logika.

Sialnya, hal tersebut mungkin yang saat ini terjadi pada MU dan Maguire. Tampaknya keduanya memiliki cinta yang terlalu dalam, apalagi ketika Maguire mengatakan secara terang-terangan bahwa ia sangat mencintai MU dan berjanji akan berusaha keras untuk memberikan penampilan terbaiknya untuk MU.

Mengetahui hal tersebut, sepertinya MU harus sadar sih bahwa cinta itu tak selamanya indah. Bertahan dan menerima semua kesakitan (keblunderan Maguire) itu bukanlah pilihan yang baik untuk menjalani musim di Premier League.

Hubungan MU dan Maguire pernah nggak baik-baik saja

Sebagaimana hubungan percintaan pada umumnya, MU dan Maguire pernah bucinnya minta ampun serta pernah renggang sejadi-jadinya. Ya, bisa dibilang bucin mungkin saat era kepelatihan Ole Gunnar Solskjaer, kita semua tau bagaimana lawaknya pemain tersebut di lapangan, tapi kok ya tetap aja dipasang sebagai starter plus jadi kapten lagi. Begitulah, cinta memang kadang bikin gila!.

Namun saat era kepelatihan Erik Ten Hag, semua fans MU tampaknya bisa sedikit lega. Hubungan keduanya memang nggak baik-baik saja. Faktanya, bek tengah berusia 30 tahun itu telah terlempar dari pilihan utama Erik Ten Hag untuk lini pertahanan MU. Hal ini dibuktikan dengan hanya dimainkan sebagai starter di delapan laga Liga Inggris pada musim 2022-2023 yang lalu. Dan semoga hal tersebut masih tetap berlanjut hingga musim ini.

Sudah hampir putus, ternyata masih tetap bertahan

Kita semua tahu bahwa bek internasional Inggris dengan caps 57 kali itu dicopot dari jabatan kapten di Old Traffod setelah berakhirnya musim 2022-2023, posisinya digantikan oleh Playmaker Portugal, Bruno Fernandes. Tentu ini menjadi tanda yang jelas bahwa Ten Hag tidak berencana menggunakannya lagi musim depan.

Setelah itu, kemudian tawaran dari West Ham masuk, tambah jelas lagi dan ini menjadi sesuatu yang gembira untuk penggemar MU. Namun sayangnya, takdir berkata lain. Entah menggunakan mediasi model apa hingga pada akhirnya Maguire nggak jadi putus dan masih bertahan di MU. Sial!

Keberadaan Maguire di MU sering dianggap sebagai parasit, banyak pihak yang mengharapkan bek tengah tersebut pindah lantaran acapkali melakukan blunder fatal. Ya, walaupun memang batal pindah, kalau boleh menyarankan, Maguire harus improve dan kerja keras habis-habisan untuk membuktikan kalau dirinya benar-benar cinta dan layak bermain di MU. Kalau cuman modal omong cinta, lek Heru pemain tarkam andalan kampung saya itu juga bisa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perihal Kata Abah

(Sumber: Harian Merapi) Tahun telah berganti namun pandemi virus COVID-19 masih saja menghantui kita saban hari. Tak ada yang bisa kita lakukan kecuali hanya dengan melakukan upaya preventif demi menghindari risiko terinfeksi virus COVID-19 yakni dengan memakai masker, cuci tangan dan juga menjaga jarak. Banyak sekali dampak yang ditimbulkan akibat pandemi ini. Di antaranya yaitu puluhan ribu karyawan di PHK, dirubahnya sistem pembelajaran yang mulanya tatap muka menjadi tatap layar, dibatasinya jadwal malam minggu (walaupun ini juga kabar gembira bagi para jomblo) dan masih banyak yang lainnya. Salwa adalah salah satu dari sekian banyak orang yang terkena dampak tersebut. Ia saat ini masih nyantri di Ponpes al Muttaqin asuhan Abah Zulfani el-Andrians. Abah Zulfani menerapkan aturan ketat di pondoknya, bahkan beliau sangat melarang apabila ada santri yang ingin izin pulang ke kampung halaman mereka sebab beliau tidak ingin apabila ada santrinya yang tertular virus. Salwa termasuk santr...

3 Penderitaan yang Saya Rasakan Saat Menjadi Sarjana Tafsir

  Bertemu dengan orang-orang yang ‘awam’ pada jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir sering membuat saya dilema, mereka selalu memiliki ekspektasi yang tinggi, padahal kami tidak sesubhanallah seperti yang mereka bayangkan. Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (baca : IAT) adalah salah satu jurusan di fakultas Ushuluddin di Perguruan Tinggi Islam Negeri (PTKIN). Para alumninya sering disebut dengan nomenklatur sarjana Tafsir dengan gelar s1 nya adalah S. Ag. Di UIN walisongo Semarang, jurusan ini mempunyai visi untuk unggul dalam riset ilmu-ilmu Al-Qur’an dan Hadis dengan pendekatan multidisipliner untuk kemanusiaan dan peradaban di Indonesia pada tahun 2023. Sebagai sarjana Tafsir, dalam beberapa kesempatan, saya sering bertemu dengan orang-orang yang latar belakang pendidikannya sangat beragam. Tentu, sangat sedikit dari mereka yang kenal dengan jurusan ini, bahkan beberapa ada yang kaget sebab baru tahu kalau ada jurusan IAT. Tak jarang dengan kepenasarannya, mereka langsung menimpali. Itu ...

Ketika Menolong Malah Membuatku Menyesal

(Sumber: Quora) Kemarin pagi, saat cahaya matahari masih tampak remang-remang, sehabis salat subuh, saya memutuskan untuk kembali mengistirahatkan badan. Saya kurang tahu, entah kenapa akhir-akhir ini badan terasa begitu capek, mata menjadi lumayan berat dan kepala sedikit pening. Pasnya lagi waktu itu adalah hari libur, maka tidur adalah pilihan yang tepat menurut saya. Kemudian sekitar pukul setengah sembilanan, teman saya mengetuk pintu kamar dengan amat keras, ia tampak panik, muka memerah dan kecut. Ia merengek meminta tolong, raut mukanya sangat mirip dengan Fajar Sadboy ketika membuat kata-kata bijak, namun tidak ditambahi uk uk uk uk uk uuukkkk, tentu ini menjadi sebuah pemandangan yang memuakkan. Dengan keadaan panik, ia bercerita, singkat dan amburadul. Akhirnya ditemukanlah akar permasalahan, usut punya usut ternyata pada jam tersebut ia harus melakukan real test Toefl, namun ia tidak memiliki laptop dan ia meminta untuk dipinjamkan laptop. Tiba-tiba saya langsung refleks, b...