Langsung ke konten utama

Tentang Penulis

Hai Selamat Datang,

Perkenalkan, saya Ahmad Nadlif. Biasa dipanggil Nadlif. Saya berasal dari kecamatan paling ujung di sebelah barat dari Demak yakni Mranggen. Sejak lulus sekolah dasar di kampung halaman, selanjutnya saya nyantri serta melanjutkan pendidikan formal di Mts. Raudlatul Ulum Guyangan, Trangkil, Pati. Kemudian karena sakit, saat di Madrasah Aliyah saya pindah ke MA Futuhiyyah 1 Mranggen dan nyantri di Pondok Pesantren Al-Anwar Mranggen. Selanjutnya, saya melanjutkan pendidikan formal di perguruan tinggi serta juga nyantri di Pondok Pesantren Al-Ma’rufiyyah Semarang dan dapat selesai studi sarjana jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir di Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang tahun 2022 dalam kurun waktu 3 tahun 10 bulan dengan predikat cumlaude IPK 3,84.

Semasa kuliah, selain aktif berorganisasi di HMJ IAT dan PMII, saya juga mengajar di Ponpes Al Anwar Mranggen untuk berbagi tentang ilmu nahwu dan ilmu agama lainnya. Saya juga aktif menghasilkan tulisan cerpen serta esai yang dimuat di beberapa kanal media seperti web HMJ IAT UIN Walisongo, Mojok.co, kompasiana.com dan blog pribadi.

Saya menulis di blog ini sebenarnya untuk iseng saja sih, jadi jika ada tulisan saya yang kurang berkenan di hati panjenengan semua bisa diskip saja. Terakhir, saya berharap kalian suka dan situs ini bisa bermafaat.

Salam Jauh,

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perihal Kata Abah

(Sumber: Harian Merapi) Tahun telah berganti namun pandemi virus COVID-19 masih saja menghantui kita saban hari. Tak ada yang bisa kita lakukan kecuali hanya dengan melakukan upaya preventif demi menghindari risiko terinfeksi virus COVID-19 yakni dengan memakai masker, cuci tangan dan juga menjaga jarak. Banyak sekali dampak yang ditimbulkan akibat pandemi ini. Di antaranya yaitu puluhan ribu karyawan di PHK, dirubahnya sistem pembelajaran yang mulanya tatap muka menjadi tatap layar, dibatasinya jadwal malam minggu (walaupun ini juga kabar gembira bagi para jomblo) dan masih banyak yang lainnya. Salwa adalah salah satu dari sekian banyak orang yang terkena dampak tersebut. Ia saat ini masih nyantri di Ponpes al Muttaqin asuhan Abah Zulfani el-Andrians. Abah Zulfani menerapkan aturan ketat di pondoknya, bahkan beliau sangat melarang apabila ada santri yang ingin izin pulang ke kampung halaman mereka sebab beliau tidak ingin apabila ada santrinya yang tertular virus. Salwa termasuk santr...

3 Penderitaan yang Saya Rasakan Saat Menjadi Sarjana Tafsir

  Bertemu dengan orang-orang yang ‘awam’ pada jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir sering membuat saya dilema, mereka selalu memiliki ekspektasi yang tinggi, padahal kami tidak sesubhanallah seperti yang mereka bayangkan. Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (baca : IAT) adalah salah satu jurusan di fakultas Ushuluddin di Perguruan Tinggi Islam Negeri (PTKIN). Para alumninya sering disebut dengan nomenklatur sarjana Tafsir dengan gelar s1 nya adalah S. Ag. Di UIN walisongo Semarang, jurusan ini mempunyai visi untuk unggul dalam riset ilmu-ilmu Al-Qur’an dan Hadis dengan pendekatan multidisipliner untuk kemanusiaan dan peradaban di Indonesia pada tahun 2023. Sebagai sarjana Tafsir, dalam beberapa kesempatan, saya sering bertemu dengan orang-orang yang latar belakang pendidikannya sangat beragam. Tentu, sangat sedikit dari mereka yang kenal dengan jurusan ini, bahkan beberapa ada yang kaget sebab baru tahu kalau ada jurusan IAT. Tak jarang dengan kepenasarannya, mereka langsung menimpali. Itu ...

Ketika Menolong Malah Membuatku Menyesal

(Sumber: Quora) Kemarin pagi, saat cahaya matahari masih tampak remang-remang, sehabis salat subuh, saya memutuskan untuk kembali mengistirahatkan badan. Saya kurang tahu, entah kenapa akhir-akhir ini badan terasa begitu capek, mata menjadi lumayan berat dan kepala sedikit pening. Pasnya lagi waktu itu adalah hari libur, maka tidur adalah pilihan yang tepat menurut saya. Kemudian sekitar pukul setengah sembilanan, teman saya mengetuk pintu kamar dengan amat keras, ia tampak panik, muka memerah dan kecut. Ia merengek meminta tolong, raut mukanya sangat mirip dengan Fajar Sadboy ketika membuat kata-kata bijak, namun tidak ditambahi uk uk uk uk uk uuukkkk, tentu ini menjadi sebuah pemandangan yang memuakkan. Dengan keadaan panik, ia bercerita, singkat dan amburadul. Akhirnya ditemukanlah akar permasalahan, usut punya usut ternyata pada jam tersebut ia harus melakukan real test Toefl, namun ia tidak memiliki laptop dan ia meminta untuk dipinjamkan laptop. Tiba-tiba saya langsung refleks, b...