Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2023

Girikusumo, Dukuh di Penjuru Mranggen yang Dikunjungi Ribuan Orang Setiap Malam Jumat

Sebagai warga asli Mranggen, tentu sudah nggak aneh lagi melihat fenomena banyaknya orang berbondong-bondong menuju arah selatan saban malam Jumat. Dengan mengenakan pakaian ala-ala muslim dan muslimah yang kadang dilapisi jaket. Mereka on the way berboncengan mengendarai motor atau rombongan dengan menaiki mobil pick up. Saya sering menjumpai, ternyata rombongan-rombongan tersebut nggak hanya berasal dari warga lokal. Namun beberapa berasal luar kabupaten, seperti Semarang, Purwodadi, Ungaran, bahkan Kendal. Meski jauh, mereka tetap rutin menyempatkan waktu, khususnya pada malam jumat untuk berkunjung ke dukuh kecil di selatan Mranggen itu, yakni Girikusumo. Bagi yang belum tau tentang Girikusumo, oke, saya akan menjelaskannya sikit. Jadi, secara letak geografis, dukuh yang didalamnya terdapat Pesantren dengan nama Pesantren Girikusumo itu berada di sebelah selatan Mranggen dan berbatasan langsung dengan kabupaten Semarang, lebih tepatnya Ungaran. Ia masuk dalam kawasan desa Banyumen...

Mengenal Sudirman Cup, Turnamen Badminton Beregu Campuran yang Membuat Tim Indonesia Kesulitan Mendapatkan Gelar

Sudirman Cup yang diselenggarakan tahun ini baru saja rampung. Cina yang berstatus sebagai juara bertahan sukses mempertahankan gelar setelah di final berhasil mengalahkan Korea dengan skor besar 3-0. Pasangan monster Zheng Siwei dan Huang Yaqiong mampu comeback dari Seo Seung Jae dan Chae Yu Jung dengan skor 18-21, 22-20 dan 21-8. Kemenangan tersebut membuat Cina unggul pada poin pertama. Pada laga kedua, pemain tunggal putra Cina tampil tanpa perlawanan berarti. Shi Yuqi berhasil menambah keunggulan negeri tirai bambu atas negeri ginseng menjadi 2-0. Ia menang straight set atas Lee Yun Gyu dengan skor 21-13 dan 21-17. Akhirnya, Cina dipastikan Kembali juara setelah pemain ketiganya, Chen Yufei, berhasil menang atas An Se Young dengan skor 21-16 dan 22-20. Kemenangan Cina tentu terasa sempurna karena mereka tampil didepan publik sendiri. Lalu bagaimana nasib tim Indonesia pada Sudirman Cup edisi kali ini? Bukankah Indonesia berisi para pemain unggulan? Bukankah Indonesia selalu domin...

Jujur, Kultur Desa Mempengaruhi Saya Untuk Nggak Tertarik Ikutan War Tiket Coldplay

Coldplay yang memastikan akan manggung di Jakarta pada November mendatang membuat publik Indonesia gempar. Ini adalah kali pertama band asal Inggris tersebut mengadakan konser di Indonesia. Rencananya, mereka akan tampil di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 15 November 2023. Banyak dari masyarakat kita yang rela melakukan segala cara agar bisa mendapatkan tiket konser tersebut. Diantaranya ada yang rela mantengin ponsel supaya nggak kehabisan tiket, menjual kulkas dan motor, bahkan menjadi partner nonton konser asalkan dibelikan tiket. Mungkin, semua itu dilakukan supaya nggak ketinggalan momen bersejarah band dengan genre musik pop rock itu tampil di negara kita. Namun, sebagai warga desa, saya sama sekali tak melihat kehebohan-kehebohan tersebut muncul disini. Malahan hiruk pikuk yang terjadi sekarang membuat sebagian besar warga desa bertanya-tanya. Coldplay itu siapa? Lagunya tentang apa? Kok tiketnya bisa mahal banget? Dan sebagainya. Tampaknya banyak warga desa yang nggak beg...

4 Saran Untuk Para Oknum Perokok yang Seenak Jidat Ketika Merokok

Di Indonesia, merokok memang seakan sudah menjadi kebutuhan. Boleh dikatakan posisinya setara dengan makan, malahan ada orang yang tahan tidak makan yang penting rokok tetap jalan. Berdasarkan survei (Global Adult Tobacco Survey-GATS) tahun 2021, jumlah perokok dewasa di Indonesia mencapai 69,1 juta perokok. Tentu, ini belum termasuk bocil-bocil yang merokok di kamar mandi atau di warkop langganan agar tidak ketahuan bapaknya. Sebelum lanjut lebih jauh. Saya jelaskan posisi saya dulu. Saya memang bukan perokok namun saya juga tidak antirokok. Dalam tulisan ini, saya nggak bermaksud mau menghakimi seluruh perokok di Indonesia, namun tulisan ini berangkat dari kejengkelan saya tatkala mendapati banyaknya oknum perokok yang ugal-ugalan dalam merokok. Mereka biasanya nggak bertanggung jawab dan juga nggak memikirkan apa atau siapa yang ada disekitar mereka. Nah, berdasarkan kejengkelan yang saya rasakan. Sebab saya bukan anggota DPR yang bisa merancang Undang-Undang ataupun juga polisi y...

3 Penderitaan yang Saya Rasakan Saat Menjadi Sarjana Tafsir

  Bertemu dengan orang-orang yang ‘awam’ pada jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir sering membuat saya dilema, mereka selalu memiliki ekspektasi yang tinggi, padahal kami tidak sesubhanallah seperti yang mereka bayangkan. Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (baca : IAT) adalah salah satu jurusan di fakultas Ushuluddin di Perguruan Tinggi Islam Negeri (PTKIN). Para alumninya sering disebut dengan nomenklatur sarjana Tafsir dengan gelar s1 nya adalah S. Ag. Di UIN walisongo Semarang, jurusan ini mempunyai visi untuk unggul dalam riset ilmu-ilmu Al-Qur’an dan Hadis dengan pendekatan multidisipliner untuk kemanusiaan dan peradaban di Indonesia pada tahun 2023. Sebagai sarjana Tafsir, dalam beberapa kesempatan, saya sering bertemu dengan orang-orang yang latar belakang pendidikannya sangat beragam. Tentu, sangat sedikit dari mereka yang kenal dengan jurusan ini, bahkan beberapa ada yang kaget sebab baru tahu kalau ada jurusan IAT. Tak jarang dengan kepenasarannya, mereka langsung menimpali. Itu ...

Menguak Penyebab Mahasiswa Tak Kunjung Lulus dari Universitas, Kok Betah Sih Jadi Donatur Kampus?

Lulus tepat waktu merupakan impian para mahasiswa. Hal ini terbukti saat masa orientasi diawal perkuliahan, banyak kating yang melakukan survei target kelulusan pada mahasiswa baru, hasilnya kebanyakan mahasiswa memiliki target untuk lulus di semester 8, sebagian kecil pengin menempuh kuliah cukup dalam 3,5 tahun, sebagian kecil yang lain adalah segelintir mahasiswa yang cuman memiliki target yang penting lulus.  Dalam perjalanannya, beberapa target tersebut ternyata tercapai, banyak mahasiswa yang memang lulus di semester 8, bisa dikatakan tepat waktu. Namun juga ada, mahasiswa yang pada awalnya bermimpi lulus dalam 3,5 tahun tapi sekarang masih tidur nyenyak lengkap dengan membawa mimpi tersebut alias belum lulus hingga saat ini, penuh ironi tapi ndak papa, namanya juga fakta kehidupan.  Tentu kita tidak bisa menyalahkan mereka, toh itu juga keputusan dan pilihan mereka. Boleh jadi mereka sudah bekerja keras untuk cepet lulus, namun memang belum rejekinya saja. Atau mereka s...