Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2023

Ketika Menolong Malah Membuatku Menyesal

(Sumber: Quora) Kemarin pagi, saat cahaya matahari masih tampak remang-remang, sehabis salat subuh, saya memutuskan untuk kembali mengistirahatkan badan. Saya kurang tahu, entah kenapa akhir-akhir ini badan terasa begitu capek, mata menjadi lumayan berat dan kepala sedikit pening. Pasnya lagi waktu itu adalah hari libur, maka tidur adalah pilihan yang tepat menurut saya. Kemudian sekitar pukul setengah sembilanan, teman saya mengetuk pintu kamar dengan amat keras, ia tampak panik, muka memerah dan kecut. Ia merengek meminta tolong, raut mukanya sangat mirip dengan Fajar Sadboy ketika membuat kata-kata bijak, namun tidak ditambahi uk uk uk uk uk uuukkkk, tentu ini menjadi sebuah pemandangan yang memuakkan. Dengan keadaan panik, ia bercerita, singkat dan amburadul. Akhirnya ditemukanlah akar permasalahan, usut punya usut ternyata pada jam tersebut ia harus melakukan real test Toefl, namun ia tidak memiliki laptop dan ia meminta untuk dipinjamkan laptop. Tiba-tiba saya langsung refleks, b...

Bromo

Kalau boleh menggambarkan, wisata alam itu seperti perjudian, terkadang kita disajikan pesona alam yang indah bak tetesan surga dan sesekali alam mengamuk seakan memberikan bencana kecil-kecilan. Intinya, tergantung mood alam itu sendiri. Bromo saat itu memang sedang tidak bersahabat, alih-alih menikmati view yang menarik, angin kencang, badai pasir serta supir Jeep yang judes seakan tambah memperkeruh situasi.  Terhitung hanya di Sunrise Point kami dapat menikmati keindahan dengan seutuhnya, cahaya keemasan saat matahari terbit, pasir yang basah, awan-awan yang bergelombang begitu pula angin sepoi yang dingin di pagi hari. Kami benar-benar menikmatinya dalam keadaan lengkap. Untuk bisa sampai ke Sunrise Point pun juga tidak mudah, meskipun hanya duduk di Jeep, supir Jeep yang judes itu mengemudi dengan spartan seolah-olah ingin menunjukkan kalau 'Aku sangat berpengalaman dibidang ini, bahkan Lewis Hamilton pun mungkin akan kalah jika ia berani menantangku balapan di trek Bromo...

Keberagaman Membaca Basmalah dalam Sholat

Senja adalah semacam perpisahan yang sangat mengesankan. Cahaya kuning keemasan beranjak mulai menyingsing dari langit dunia, terlihat matahari sudah mulai lelah, sinarnya meredup bak lampu teplok yang kehabisan minyak. Sembari menikmati prosesi tenggelamnya sang surya di hari itu, Gus Risky bersantai sambil  muthola’ah  kitab favoritnya,  Rawa’iul Bayan Tafsir Ayat al-Ahkam min al-Qur’an , tak lupa secangkir kopi kapal api tanpa gula yang siap diseruput saat Gus Risky butuh inspirasi.  Sesaat ketika Gus Risky menyeruput secangkir kopi yang masih hangat itu, tiba-tiba ponselnya yang bermerek Samsung A 72 berdering. Usut punya usut ternyata pujaan hatinya, Neng Salwa menelepon. Tanpa basa-basi Gus Risky dengan senang hati langsung mengangkat.   “ Assalamu’alaikum .” “ Waalaikumsalam ,  pripun  Sal? Ada yang bisa saya bantu? Sudah lama banget kamu nggak nelepon.” Kalau dihitung-hitung, padahal kurang lebih baru satu minggu yang lalu mereka teleponan...

Perihal Kata Abah

(Sumber: Harian Merapi) Tahun telah berganti namun pandemi virus COVID-19 masih saja menghantui kita saban hari. Tak ada yang bisa kita lakukan kecuali hanya dengan melakukan upaya preventif demi menghindari risiko terinfeksi virus COVID-19 yakni dengan memakai masker, cuci tangan dan juga menjaga jarak. Banyak sekali dampak yang ditimbulkan akibat pandemi ini. Di antaranya yaitu puluhan ribu karyawan di PHK, dirubahnya sistem pembelajaran yang mulanya tatap muka menjadi tatap layar, dibatasinya jadwal malam minggu (walaupun ini juga kabar gembira bagi para jomblo) dan masih banyak yang lainnya. Salwa adalah salah satu dari sekian banyak orang yang terkena dampak tersebut. Ia saat ini masih nyantri di Ponpes al Muttaqin asuhan Abah Zulfani el-Andrians. Abah Zulfani menerapkan aturan ketat di pondoknya, bahkan beliau sangat melarang apabila ada santri yang ingin izin pulang ke kampung halaman mereka sebab beliau tidak ingin apabila ada santrinya yang tertular virus. Salwa termasuk santr...

Blora

Jujur sebelumnya saya tak meiliki banyak informasi tentang Blora, kecuali saat dulu guru bahasa Indonesia yang paling berpengaruh dihidup saya memutarkan film 'Lari dari Blora'. Film tersebut disutradari oleh Akhlis Suryapati dan dibintangi oleh W. S. Rendra, Ardina Rasti serta Annika Kuyper. Bercerita banyak perihal masyarakat Samin, namun nampaknya film tersebut juga tak memantik saya untuk mengulik lebih dalam tentang Blora. Bagaimana mau memantik, lha wong nontonnya baru setengah, sayangnya saat itu proyektor sudah keburu diantre oleh kelas lain. Saya hanya mengingat beberapa dialog diawal film, serta Cyntia, ya, dulu saat melihat Cyntia saya langsung kepengen dapat istri bule, dulu.  Beberapa waktu lalu saya main ke Blora. Surga kecil itu nampaknya tak mudah dijangkau, jalanan yang penuh plot twist, malam yang gelap tanpa penerangan bahkan kantuk yang menyerang salah satu member kami juga tak mampu menyebabkan kami menyerah. Sesampainya disana, kami disambut tuan rumah b...

Nderek Langkung Jemaah Blogeriyah

Lewat postingan ini, saya hanya ingin menyampaikan bahwa mulai saat ini, nampaknya saya akan lebih aktif menulis di blog ini. Mengapa baru sekarang? Saya tak peduli panjenengan menanyakan hal tersebut atau tidak, namun yang pasti, dengan secuil kebaikan yang saya miliki, saya akan tetap menjelaskannya. Asekk. Tahun 2016, tepatnya saat kelas X Aliyah (X SMA), itulah pertama kali saya mendengar istilah blog. Saat itu saya sedang mengikuti ekstra sekolah terkait Jurnalistik, guru saya memang sedang gencar-gencarnya menyuarakan Go-Blog . Namun, sebab mungkin saya terlalu fobia terhadap komputer, dahulu saya tak acuh pada hal tersebut. Sejak SD saya memang tak terlalu berani 'memegang' komputer, pergi ke warnet pun ibaratnya seperti bangun tidur lebih awal, jarang-jarang. Saya hanya berani ke warnet saat ada teman yang rela menjadi tour guide , sebab hal seremeh-temeh pun seperti bagaimana cara menghidupkan komputer saja saya tidak tahu, pada saat itu. Sebenarnya, sejak MTS (SMP) h...