Langsung ke konten utama

Bukan Superman atau Spiderman, The Real Super Hero Adalah Petugas Damkar

(Instagram: duniadamkar)

Pernah nggak sih kalian nonton film super hero kemudian bayangin mereka datang ke dunia nyata untuk menumpas kejahatan dan menolong masyarakat? Misalnya ya kayak Superman yang tiba-tiba terbang untuk nyelamatin orang-orang di gedung yang kebaran atau Spiderman yang tiba-tiba merayap untuk nyelamatin orang yang hendak bunuh diri dari atas gedung. Kalau memang pernah, berarti kita sama. Tentu bayangin hal-hal seperti itu memang seru ya, meski kita tahu pembayangan yang bersifat utopis itu nggak bakalan pernah terjadi.

Namun, kalau kita coba analogikan, karakter super hero yang banyak diceritakan dalam film-film fiksi itu ternyata juga ada lho di dunia nyata. Tidak lain dan tidak bukan dimiliki oleh petugas damkar. Betul, damkar yang merupakan singkatan dari Pemadam Kebakaran adalah pasukan yang fungsi utamanya untuk memadamkan kebakaran, melakukan penyelamatan dan menanggulangi bencana atau kejadian lainnya.

Sebagaimana jamak diketahui, meski petugas damkar bukan orang super yang bisa terbang layaknya Superman atau merayap di dinding kayak Spiderman, tapi aksi mereka dalam menolong masyarakat selama ini patut diapresiasi serta layak mendapat julukan sebagai the real super hero. Dan saya rasa, semua orang bakal setuju dengan hal tersebut.

Pantang pulang sebelum api padam

Bagi yang pernah nonton film Air & Api: Si Jago Merah, entah itu yang film pertama atau sekuel yang kedua. Kita nggak akan pernah lupa dengan jargon khasnya, “Pantang pulang sebelum padam”. Tampaknya jargon tersebut memang benar-benar dimanifestikan oleh seluruh petugas damkar tatkala melakukan penyelamatan nyawa dalam insiden kebakaran. Sehingga dalam film tersebut pun, momen yang paling epic adalah tatkala mereka berhasil menyelamatkan seseorang yang masih terjebak dalam gedung yang kebakaran.

Dalam versi nyata juga sama. Saya masih ingat betul ketika dulu tabung tiang listrik di daerah saya meledak. Satu daerah mengalami listrik padam, api terus membara dari tabung listrik hingga tak kunjung padam, atap rumah yang berada di bawah tiang listrik juga perlahan terbakar akibat terkena semburan dari ledakan tersebut. Semua orang panik nggak karuan dan bingung harus melakukan apa.

Setelah itu, datanglah mobil damkar dengan sirine khasnya sebagai tanda kalau ada kebakaran. Mereka benar-benar bertindak layaknya super hero yang diharap-harapkan, langkah sat-set nya itu lho, nggak ada obat. Mereka langsung menertibkan warga supaya jangan ada yang mendekat, menjulurkan selang, mencari arah angin, menyemprotkan air ke tabung listrik. Dan tak berselang lama akhirnya api berhasil dipadamkan. Saya yang baru pertama kali melihat langsung hal seperti itu hanya bisa berdecak kagum.

Kapanpun butuh bantuan, petugas damkar selalu siap

Mengutip quotes dari Panji Pragiwaksono, definisi dari pahlawan adalah seseorang yang rela mengorbankan kenyamanannya, supaya orang lain bisa merasa lebih nyaman. Selaras dengan quotes tersebut, dalam hal ini, tentu petugas damkar sangat layak disebut sebagai pahlawan, sebab kapanpun kita butuh bantuan, tanpa banyak basa-basi mereka akan langsung menuju tempat lokasi.

Ya bayangkan saja, ketika ada kebakaran, misalnya terjadi saat tengah hari, petugas damkar tentu akan menuju lokasi saat itu juga, kalau misalnya nunggu esok hari, ya bakalan hangus duluan lokasi tersebut. Artinya, mereka rela mengorbankan waktu nyamannya di malam hari untuk menolong orang lain supaya bisa merasa lebih nyaman. Tentu ini lah pahlawan sesungguhnya.

Menjadi jawaban dari beragam permasalahan masyarakat

Penonton setia Upin dan Ipin pasti sudah nggak asing lagi dengan kata-kata ini, “Bomba ni penyelamat, kucing atas pohon, kerbau masuk parit, kuda terlepas, ular dalam rumah, semua kami selamatkan”. Benar, kalimat ini tentu bukan kata-kata kosong, damkar memang memiliki TUPOKSI yang menyeluruh, khususnya pada bidang penyelamatan, ketenteraman dan ketertiban umum dalam Masyarakat.

Saya seringkali melihat rells di sosial media yang menayangkan aksi-aksi petugas damkar dalam menangani berbagai permasalahan di masyarakat, mulai dari pohon tumbang, cincin yang nggak bisa lepas dari jari, ular di plafon rumah hingga penyelamatan anak kecil yang kepalanya tersangkut toples kaleng. Semuanya mereka selamatkan. Dan kerennya lagi, segala bentuk pelayanan yang dilakukan damkar tidak dipungut biaya apapun.

Oleh karena itu, rasanya nggak berlebihan jika saya menyebut para petugas damkar merupakan the real super hero, tentu dengan melihat betapa tulusnya mereka dalam bekerja dan membantu segala permasalahan di masyarakat. Mungkin juga damkar juga memiliki motto; kami tidak pernah meragukan pelanggan meskipun permintaannya aneh-aneh hehe. Respect!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perihal Kata Abah

(Sumber: Harian Merapi) Tahun telah berganti namun pandemi virus COVID-19 masih saja menghantui kita saban hari. Tak ada yang bisa kita lakukan kecuali hanya dengan melakukan upaya preventif demi menghindari risiko terinfeksi virus COVID-19 yakni dengan memakai masker, cuci tangan dan juga menjaga jarak. Banyak sekali dampak yang ditimbulkan akibat pandemi ini. Di antaranya yaitu puluhan ribu karyawan di PHK, dirubahnya sistem pembelajaran yang mulanya tatap muka menjadi tatap layar, dibatasinya jadwal malam minggu (walaupun ini juga kabar gembira bagi para jomblo) dan masih banyak yang lainnya. Salwa adalah salah satu dari sekian banyak orang yang terkena dampak tersebut. Ia saat ini masih nyantri di Ponpes al Muttaqin asuhan Abah Zulfani el-Andrians. Abah Zulfani menerapkan aturan ketat di pondoknya, bahkan beliau sangat melarang apabila ada santri yang ingin izin pulang ke kampung halaman mereka sebab beliau tidak ingin apabila ada santrinya yang tertular virus. Salwa termasuk santr...

3 Penderitaan yang Saya Rasakan Saat Menjadi Sarjana Tafsir

  Bertemu dengan orang-orang yang ‘awam’ pada jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir sering membuat saya dilema, mereka selalu memiliki ekspektasi yang tinggi, padahal kami tidak sesubhanallah seperti yang mereka bayangkan. Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (baca : IAT) adalah salah satu jurusan di fakultas Ushuluddin di Perguruan Tinggi Islam Negeri (PTKIN). Para alumninya sering disebut dengan nomenklatur sarjana Tafsir dengan gelar s1 nya adalah S. Ag. Di UIN walisongo Semarang, jurusan ini mempunyai visi untuk unggul dalam riset ilmu-ilmu Al-Qur’an dan Hadis dengan pendekatan multidisipliner untuk kemanusiaan dan peradaban di Indonesia pada tahun 2023. Sebagai sarjana Tafsir, dalam beberapa kesempatan, saya sering bertemu dengan orang-orang yang latar belakang pendidikannya sangat beragam. Tentu, sangat sedikit dari mereka yang kenal dengan jurusan ini, bahkan beberapa ada yang kaget sebab baru tahu kalau ada jurusan IAT. Tak jarang dengan kepenasarannya, mereka langsung menimpali. Itu ...

Ketika Menolong Malah Membuatku Menyesal

(Sumber: Quora) Kemarin pagi, saat cahaya matahari masih tampak remang-remang, sehabis salat subuh, saya memutuskan untuk kembali mengistirahatkan badan. Saya kurang tahu, entah kenapa akhir-akhir ini badan terasa begitu capek, mata menjadi lumayan berat dan kepala sedikit pening. Pasnya lagi waktu itu adalah hari libur, maka tidur adalah pilihan yang tepat menurut saya. Kemudian sekitar pukul setengah sembilanan, teman saya mengetuk pintu kamar dengan amat keras, ia tampak panik, muka memerah dan kecut. Ia merengek meminta tolong, raut mukanya sangat mirip dengan Fajar Sadboy ketika membuat kata-kata bijak, namun tidak ditambahi uk uk uk uk uk uuukkkk, tentu ini menjadi sebuah pemandangan yang memuakkan. Dengan keadaan panik, ia bercerita, singkat dan amburadul. Akhirnya ditemukanlah akar permasalahan, usut punya usut ternyata pada jam tersebut ia harus melakukan real test Toefl, namun ia tidak memiliki laptop dan ia meminta untuk dipinjamkan laptop. Tiba-tiba saya langsung refleks, b...